Sabtu, 04 Juli 2026

PERBANKAN BERSUARA 2026


 

Pekalongan — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan kegiatan Perbankan Bersuara (PERSUA) 2026 pada Kamis, 2 Juli 2026, bertempat di Meeting Room FEBI Lantai 3. Kegiatan ini menjadi forum komunikasi antara mahasiswa dengan pihak Program Studi Perbankan Syariah untuk menyampaikan aspirasi, kritik, serta masukan demi meningkatkan kualitas pelayanan dan proses akademik.

Kegiatan dimulai pada pukul 15.15 WIB dengan pembukaan yang dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana dan Ketua HMPS Perbankan Syariah. Selanjutnya, acara dibuka secara resmi melalui sambutan dari Bapak Drajat Setiawan, M.Si. selaku Ketua Program Studi Perbankan Syariah serta Ibu Ulfa Kurniasih, M.Hum. selaku Sekretaris Program Studi Perbankan Syariah. Dalam sambutannya, kedua pimpinan program studi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum aspirasi sebagai sarana membangun komunikasi yang terbuka antara mahasiswa dan pihak program studi.

Memasuki acara inti, mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan proses pembelajaran, pelayanan akademik, sistem akademik, serta fasilitas pendukung di lingkungan Program Studi Perbankan Syariah. Berbagai kritik, saran, dan masukan disampaikan secara terbuka dengan harapan dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan di masa mendatang.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan, Ketua Program Studi dan Sekretaris Program Studi memberikan penjelasan, tanggapan, serta solusi terhadap berbagai persoalan yang dibahas. Diskusi berlangsung secara interaktif dengan suasana yang kondusif sehingga tercipta komunikasi dua arah yang membangun antara mahasiswa dan pihak program studi. Forum ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan pendapat sekaligus memperoleh informasi secara langsung mengenai kebijakan dan pengembangan program studi.

Kegiatan Perbankan Bersuara (PERSUA) 2026 berlangsung dengan lancar, aman, dan tertib hingga berakhir pada pukul 19.00 WIB. Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan antara mahasiswa dan Program Studi Perbankan Syariah semakin erat, serta tercipta sinergi yang baik dalam mewujudkan lingkungan akademik yang lebih berkualitas, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa.

SEMINAR NASIONAL 2026


 

Pekalongan — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan sukses menyelenggarakan Seminar Nasional sekaligus Closing Ceremony Islamic Banking Festival (IBF) 2026. Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian Islamic Banking Festival yang bertujuan meningkatkan literasi keuangan serta membekali mahasiswa dalam menghadapi tantangan ekonomi dan perkembangan teknologi di era digital.

Kegiatan diawali dengan proses registrasi peserta, dilanjutkan dengan pembukaan dan penampilan tari sebagai pembuka acara. Setelah itu, peserta mengikuti seminar nasional yang menghadirkan dua narasumber dengan materi yang relevan terhadap kondisi saat ini.

Materi pertama disampaikan oleh Bapak Ady Nurrul Khusumo dengan tema “Literasi Keuangan OJK: Waspada Pinjol, Investasi Bodong, dan Judi Online.” Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengatur, mengawasi, serta melindungi sektor jasa keuangan. Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya literasi keuangan, perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, ciri-ciri investasi bodong, karakteristik pinjaman online legal dan ilegal, bahaya penyalahgunaan data pribadi, serta dampak negatif judi online yang semakin marak di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.

Materi kedua disampaikan oleh Bapak Adhitya Hadi Permana dengan tema “Membaca Peluang dan Menata Masa Depan Ekonomi di Era Perubahan.” Narasumber menjelaskan bahwa di era digital saat ini, ijazah tetap penting, namun harus didukung dengan keterampilan yang relevan. Peserta diajak untuk terus mengembangkan kemampuan seperti bahasa asing, desain grafis, coding, hingga pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI). Selain itu, narasumber menekankan bahwa peluang dapat diciptakan melalui kemampuan menyelesaikan permasalahan dengan memanfaatkan keterampilan dan teknologi, serta pentingnya membangun skill, jaringan (network), dan reputasi digital sebagai bekal menghadapi persaingan global.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai peran OJK, pentingnya pengalaman organisasi dan magang, strategi memanfaatkan teknologi secara bijak, hingga cara mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja di era digital. Narasumber memberikan berbagai masukan dan motivasi agar mahasiswa terus meningkatkan literasi, mengembangkan keterampilan, serta mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana pengembangan diri.

Sebagai penutup seminar, panitia memberikan penghargaan kepada narasumber dan melaksanakan sesi foto bersama. Acara kemudian dilanjutkan dengan ice breaking, kuis interaktif, serta pengumuman dan penyerahan hadiah kepada para pemenang seluruh cabang lomba Islamic Banking Festival 2026. Rangkaian kegiatan ditutup secara resmi dengan penuh semangat dan kebersamaan.


Melalui kegiatan Seminar Nasional dan Closing Ceremony Islamic Banking Festival 2026, HMPS Perbankan Syariah berharap mahasiswa semakin memahami pentingnya literasi keuangan, mampu menghadapi tantangan perkembangan teknologi secara bijak, serta terus mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan untuk meraih peluang di masa depa

ISLAMIC BANKING FESTIVAL 2026


Pekalongan — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan sukses menyelenggarakan Islamic Banking Festival (IBF) Tahun 2026. Kegiatan ini merupakan ajang kompetisi yang bertujuan untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan akademik, serta sportivitas peserta melalui berbagai cabang perlombaan yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Islamic Banking Festival 2026 menghadirkan empat cabang perlombaan, yaitu Lomba Infografis, Business Plan, Jurnalistik, dan Futsal. Lomba Infografis dan Business Plan diselenggarakan di Meeting Room FEBI Lantai 3, sedangkan Lomba Jurnalistik dilaksanakan di Ruang Kelas J3.5. Sementara itu, pertandingan futsal berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan dengan suasana kompetitif namun tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Pada cabang Lomba Infografis, Business Plan, dan Jurnalistik, para finalis mempresentasikan hasil karya terbaik mereka di hadapan dewan juri yang kompeten di bidangnya masing-masing. Proses presentasi dilaksanakan secara hybrid, yaitu melalui metode luring (offline) dan daring (online) menggunakan Google Meet. Sistem ini diterapkan untuk memberikan kesempatan kepada peserta yang berasal dari luar kota agar tetap dapat mengikuti perlombaan tanpa mengurangi kualitas pelaksanaan kegiatan.

Selama proses presentasi, seluruh peserta menunjukkan antusiasme dan persiapan yang baik. Selain memaparkan hasil karya, peserta juga mengikuti sesi tanya jawab bersama dewan juri yang berlangsung secara interaktif. Dewan juri memberikan penilaian secara objektif disertai masukan dan saran yang membangun sehingga peserta memperoleh pengalaman serta wawasan baru yang bermanfaat untuk pengembangan kompetensi mereka.

Di sisi lain, pelaksanaan Lomba Futsal berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh semangat sportivitas. Setiap tim menampilkan permainan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi nilai kerja sama, fair play, dan saling menghormati antarpeserta. Suasana pertandingan yang kompetitif namun kondusif menjadikan cabang perlombaan ini sebagai salah satu rangkaian kegiatan yang berlangsung meriah.

Keberhasilan pelaksanaan Islamic Banking Festival 2026 tidak terlepas dari kerja sama seluruh panitia yang menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Mulai dari persiapan tempat, koordinasi peserta, pengaturan teknis perlombaan, dokumentasi, hingga kebutuhan operasional lainnya, seluruh divisi bekerja sama secara efektif sehingga setiap rangkaian acara dapat berlangsung sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Secara keseluruhan, Islamic Banking Festival Tahun 2026 berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk mengembangkan potensi, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta memperluas relasi antarmahasiswa. Melalui kegiatan ini, HMPS Perbankan Syariah berharap Islamic Banking Festival dapat terus menjadi program unggulan yang memberikan manfaat bagi peserta serta menjadi inspirasi untuk penyelenggaraan kegiatan yang lebih inovatif dan berkualitas pada tahun-tahun berikutnya.

PERBANKAN BERSUARA 2026

  Pekalongan — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalo...