RECALL VOL.I
![]() |
| Foto Bersama Sumber: dokumentasi pribadi |
![]() |
| Foto Bersama Sumber: dokumentasi pribadi |
![]() |
| Foto Bersama Sumber: dokumentasi pribadi |
![]() |
| Sumber: dokumen pribadi |
Pada pelaksanaannya, kegiatan dimulai pukul 16.00 WIB dengan pembukaan yang diikuti oleh peserta diskusi. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Tsania Farakh selaku pemantik diskusi dari Departemen Pengembangan Intelektual (PI). Dalam pemaparannya, Tsania menjelaskan mengenai potensi krisis energi dunia yang dipicu oleh konflik di Selat Hormuz serta dampaknya terhadap perekonomian global dan nasional.
Materi yang disampaikan menyoroti kemungkinan terjadinya kelangkaan barang, kenaikan harga minyak dunia, hingga berbagai kebijakan yang berpotensi diambil oleh pemerintah, seperti penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) dan langkah-langkah efisiensi anggaran. Berbagai kemungkinan tersebut dinilai dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.
Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang melibatkan seluruh peserta. Dalam forum tersebut, peserta menyampaikan berbagai pandangan terkait kebijakan ekonomi yang mungkin diterapkan pemerintah. Diskusi berkembang dari perspektif pemerintah yang berupaya menjaga stabilitas keuangan negara hingga perspektif masyarakat yang mengharapkan kebijakan yang lebih berpihak pada kebutuhan dasar rakyat.
Sebagai penutup materi, pemantik menyampaikan pandangan bahwa setiap kebijakan ekonomi hendaknya tidak hanya mempertimbangkan aspek finansial, tetapi juga memperhatikan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial agar dampaknya dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan Dispokam berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme dari para peserta. Melalui kegiatan ini, HMPS Perbankan Syariah berharap mahasiswa dapat terus meningkatkan kepedulian terhadap isu-isu sosial dan ekonomi, serta mampu memberikan pandangan kritis dan solutif terhadap berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat.
Kegiatan ditutup pada pukul 17.25 WIB dengan harapan agar forum diskusi seperti ini dapat terus menjadi sarana edukasi dan pengembangan intelektual bagi mahasiswa Perbankan Syariah.
![]() |
| Foto Bersama Narasumber Sumber: dokumentasi pribadi |
Pekalongan — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan sukses menyelenggarakan kegiatan Sharia Banking Skill Practice (SBSP) pada Sabtu, 11 April 2026, bertempat di Meeting Room FUAD Lantai 2 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja HMPS Perbankan Syariah yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan praktis mahasiswa dalam bidang perbankan syariah.
Mengusung tema “From Classroom to Counter: Experiencing Real Islamic Banking”, kegiatan ini dirancang sebagai sarana untuk menghubungkan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik nyata di dunia perbankan syariah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai operasional perbankan syariah sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang profesional.
Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan pembukaan acara yang diikuti oleh mahasiswa aktif Program Studi Perbankan Syariah. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi penyampaian materi yang dibawakan oleh Bapak Moh. Taufik. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan berbagai aspek operasional perbankan syariah, mulai dari akad, sistem pembiayaan, hingga penerapan prinsip-prinsip syariah dalam layanan perbankan modern.
Tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, peserta juga berkesempatan mengikuti sesi praktik yang memberikan pengalaman langsung mengenai mekanisme layanan perbankan syariah. Kegiatan berlangsung secara interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang aktif mengikuti setiap rangkaian acara.
Pada sesi tanya jawab, peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi secara langsung dengan narasumber. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari mekanisme pembiayaan UMKM menggunakan akad syariah, pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR), keterampilan yang diperlukan untuk berkarier di industri perbankan syariah, hingga penerapan akad istishna’ dalam pembiayaan rumah inden. Melalui sesi diskusi tersebut, peserta memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai praktik dan tantangan yang dihadapi dalam dunia perbankan syariah.
Kegiatan Sharia Banking Skill Practice berlangsung dengan lancar dan kondusif hingga akhir acara. Selain menambah pengetahuan dan pengalaman praktis, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan komunikasi, kerja sama, serta sikap profesional yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
Melalui kegiatan ini, HMPS Perbankan Syariah berharap dapat terus menghadirkan program-program edukatif yang mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa serta memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi perkembangan industri perbankan syariah di masa mendatang.
![]() |
| Foto Bersama Sumber: dokumentasi pribadi |
Pekalongan — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan telah melaksanakan kegiatan Rapat Kerja sebagai langkah awal dalam menyusun dan menetapkan program kerja selama satu periode kepengurusan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi dan misi organisasi sekaligus memperkuat sinergi antar pengurus dalam menjalankan roda kepengurusan.
Rapat kerja mengusung tema “Seirama Melangkah, Sejalan Berkarya” yang mencerminkan semangat kebersamaan, kolaborasi, dan komitmen seluruh pengurus dalam membangun organisasi yang aktif dan progresif. Melalui tema tersebut, diharapkan setiap pengurus mampu bekerja secara selaras, saling mendukung, serta berkontribusi secara maksimal dalam merealisasikan program kerja yang telah direncanakan.
Agenda utama kegiatan diisi dengan pemaparan program kerja dari masing-masing departemen. Setiap departemen mempresentasikan rencana kegiatan, target yang ingin dicapai, serta strategi pelaksanaan program selama satu periode kepengurusan. Sesi ini juga menjadi forum diskusi untuk menyelaraskan agenda antar departemen agar seluruh program kerja dapat berjalan secara terstruktur dan mendukung pencapaian tujuan organisasi.
Selain pemaparan program kerja, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab bersama SEMA dan DEMA yang memberikan berbagai masukan serta evaluasi konstruktif terhadap program yang telah disusun. Diskusi berlangsung aktif dan interaktif sehingga menghasilkan berbagai gagasan yang dapat menjadi bahan penyempurnaan program kerja ke depan.
Melalui kegiatan rapat kerja ini, diharapkan seluruh pengurus HMPS Perbankan Syariah dapat menumbuhkan nilai solidaritas, integritas, loyalitas, dan tanggung jawab dalam berorganisasi. Dengan terjalinnya kerja sama yang baik antar departemen, program kerja yang telah dirancang diharapkan dapat terlaksana secara optimal dan memberikan manfaat bagi mahasiswa Perbankan Syariah maupun lingkungan kampus secara luas.
Sebagai penutup, seluruh pengurus mengikuti sesi dokumentasi dan kebersamaan yang menjadi simbol kekompakan serta semangat baru dalam menjalankan amanah kepengurusan. Rapat kerja ini diharapkan menjadi landasan yang kuat bagi HMPS Perbankan Syariah untuk terus berkembang, berinovasi, dan menghadirkan program-program yang berdampak positif selama satu periode kepengurusan.
![]() |
Foto Bersama Pemateri Sumber: Koleksi Pribadi |
Pekalongan — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Perbankan Syariah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan sukses melaksanakan kegiatan Pra Rapat Kerja sebagai langkah awal dalam menyusun program kerja dan agenda organisasi selama satu periode kepengurusan. Kegiatan ini juga menjadi ajang inaugurasi serta malam keakraban (makrab) antar pengurus guna memperkuat hubungan dan membangun sinergi tim.
Pra Rapat Kerja tidak hanya difokuskan pada pembahasan teknis organisasi, tetapi juga diisi dengan sesi materi yang bertema Brainstorming yang disampaikan oleh Mba Diah Rahmawati selaku demisioner HMPS Perbankan Syariah. Materi ini menjadi salah satu sesi penting karena mengangkat esensi kreativitas kolektif dalam organisasi.
Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa brainstorming merupakan teknik kreativitas kelompok yang dilakukan dengan mengumpulkan ide secara spontan untuk mencari solusi terhadap suatu permasalahan. Metode ini mendorong pemikiran lateral serta menciptakan ruang bebas hambatan, di mana kritik tidak diberikan pada tahap awal agar setiap anggota dapat menyampaikan gagasan tanpa batasan. Melalui pendekatan ini, diharapkan muncul ide-ide inovatif dan solutif yang dapat mendukung kemajuan organisasi.
Selain memahami konsep brainstorming, peserta juga diajak untuk mengenali kesalahan yang perlu dihindari dalam proses pengembangan ide, memahami analisis SWOT, serta mempelajari strategi dalam menghasilkan gagasan yang kreatif dan terarah. Dalam konteks organisasi, brainstorming menjadi wadah bagi para pengurus untuk menggabungkan daya imajinasi dan perspektif yang beragam sehingga menghasilkan terobosan baru yang lebih solid.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif, terutama pada sesi sharing pengalaman yang memberikan gambaran nyata mengenai dinamika kepengurusan organisasi. Diskusi yang berlangsung secara terbuka membantu peserta memahami pentingnya komunikasi, kerja sama tim, serta sinergi antara kreativitas individu dan sistem manajemen organisasi.
Melalui kegiatan Pra Rapat Kerja ini, seluruh pengurus diharapkan memiliki kesiapan yang lebih matang dalam menghadapi Rapat Kerja utama. Semangat kolaborasi dan inovasi yang terbentuk menjadi modal penting bagi HMPS Perbankan Syariah dalam merancang program kerja yang terukur, berdampak, dan berkelanjutan.
Pekalongan — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Perbankan Syariah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan kegiatan RECAL...